Sunday, March 24, 2019

Pano&Co

Dear My self...

Hari ini kau menangis tanpa sebab, seorang diri. Merasa begitu teramat sedih, entah kata-kata seperti apa yang telah kau dengar. Saat menulis ini semua kesedihan masih menumpuk jelas, kau ingin semua orang tahu sekaligus mati memendamnya sendiri.

Hatiku, setelah aku pikir, mungkin kau lah penyebab air mata tumpah ruah hari ini. Menangis itu baik, penanda bahwa kau masih hidup.

Hatiku kelak kau akan merasa sepenuhnya bahagia, tak ada derita yang mampu menghela rasa syukurmu. Ingatlah, kau pernah terjatuh, sendiri, merasa gelap dan sangat sendiri. Bukan, bukan salahmu yang menutup diri. Bukan salahmu yang tak mau memahami. Hatiku, seperti itulah nyatanya. 

Hatiku.. jalan yang kau pilih tak salah. 

Hatiku.. sepi yang kau tekuni memang tak ramai.

Hatiku.. jangan lagi kau nyatakan bahwa cinta kasihNya tak pernah menyentuhmu. Bahkan relungmu, paham teramat paham. Kemana harapan harus ditanggalkan, kepada siapa keyakinan harus penuh. 

Hatiku.. pilihlah jalan yang kau suka. Aku sangat mendukungmu.

Hatiku, kau tak perlu berteman banyak. Kelak kan kau temui satu. Kelebihanmu mampu dia sanding, kekuranganu sanggup ia tutupi.

Hatiku, menangislah. Tumpahkan. Kelak kau bangga, setiap resah yang mampu kau hadapi.

Hatiku. Kau tahu dimana ketenangan itu berlabuh. Bukan dipundak, bukan pula saat bersujud. Namun saat kau sadari semua kelemahan dan keterbatasan. Saat kau maknai kekuatan-Nya yang tak tinggalkanmu walau sedetik.

Palu, 24 Maret 2019.

Monday, November 5, 2018

Kemudian


Tumbuh dalam diam.
Akhirnya, kita sama-sama buta akan masa depan.
Awalnya, kita percaya akan cita kemudian cinta.
Akhirnya, kita memilih tak bertemu walau dalam garis doa.

Layu tanpa pernah merekah sempurna.
Awalnya, kita tak peduli, dengan siapa waktu lebih banyak ditekuni.
Akhirnya, kita menagih, kata yang tak pernah sempat diucapkan.
Awalnya, kita saling berpeluk dalam aksara, memuja si cupid lalu lenyap dalam pikiran yang terpisah.

Waktu, kami menyerah pada diri yang ternyata sama angkuh.
Akhirnya, pelukan pertama luntur karena hujan pada keempat bola mata.
Awalnya, hanya manis-manis yang terasa dalam setiap langkah.
Akhirnya, tak ada yang tahan, melihat kebebasan yang sama kita puja.

"I see myself in himself"
"I see myself in herself"

Tuesday, October 2, 2018

Langitnya Runtuh

Langitnya runtuh
Retak seribu
Menyeruak air riuh
Tak jua jatuh

Langitnya runtuh
Burung-burung berlari
Tergopoh-gopoh sayapnya tak fungsi
Angin berhenti melemah

Langitnya runtuh
Langitnya runtuh